<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>Meraih Kemuliaan</title>
	<link>http://lua.blogsome.com</link>
	<description>pejah gesang manut qur'an</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Jul 2007 06:24:12 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>

	<item>
		<title>Putraku</title>
		<description>	
Salman,
	sebentar lagi engkau akan kukhitankan,
	tolong sabar, semoga kita masih punya waktu mnegais rezeki Allah, menjemput rezeki Allah
	dalam liburan ini.
	I love you son
	I love you you more than you know
	I love you&nbsp;
 </description>
		<link>http://lua.blogsome.com/2007/07/04/putraku/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Senyum</title>
		<description>	
Senyum
	Seminggu ini, tiada terkembang lagi senyummu
	Senyum syukur atas semua nikmat yang keluarga kita pernah rasakan
	adakah sedikit ujian ini mengusikmu
	adakah sedikit ujian ini harus membelah sabar
	adakah perubahan dalam pengabdian kita
	&nbsp;
	Ya Allah
	tiada pinta yang sebenarnya pantas kuucap
	tiada nikmat yang belum Kau gulirkan pada kami
	tiada pertolongan yang terlewat buat kami
	Ya Allah
	kuatkan cinta kami ...</description>
		<link>http://lua.blogsome.com/2007/07/04/senyum/</link>
	</item>
	<item>
		<title></title>
		<description>
 </description>
		<link>http://lua.blogsome.com/2007/07/04/18/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Risalah 01-06-06</title>
		<description>	


Yang Lazim
	Manusia/diri kita sangat takut/khawatir lingkungan akan mempengaruhi kita lingkungan akan membahayakan kita. Pengejawantahannya lingkungan menjadi kambing hitam atas kesalahan kita/kegagalan kita.
	Contoh soal :
	1.
	T =Pak Luluk kenapa terlambat dating ke ke kantor?
	J =Iya soalnya tadi Pak Basuki terlambat njemput saya.
	Maka pak basuki sebagai lingkungan Pak Luluk menjadi kambing hitam terhadap ...</description>
		<link>http://lua.blogsome.com/2006/06/02/risalah-01-06-06/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Risalah 25-05-06</title>
		<description>	

&nbsp;
	&nbsp;
	Disarikan oleh Adam Hidafi Jusuf
	Dari Kajian bersama Ustadz Kholid tadi malam;
	Kita hendaknya selalu berhati-hati dalam beragama, tidak boleh menjalankan syariatnya secara &#8216;awur-awur&#8217; an, tidak boleh &#8216;ngarang-ngarang&#8217; sendiri. Dalam agama Islam sudah ada tuntunannya dan hendaknya dalam menjalankan hidup, mukmin harus berpegang teguh pada tuntunan/aturan/hukum yang telah ditetapkan dalam Islam. Yang ...</description>
		<link>http://lua.blogsome.com/2006/06/02/risalah-25-05-06/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Titik Nol</title>
		<description>	

	Di dunia konstruksi titik tersebut sering disebut titik ikat, bench mark, marking, dst. Sebandel dan sekorup-korupnya proses pembuatan suatu bangunan, niscaya menggunakan tools bantu ini. Gunanya banyak sekali, antara lain agar bangunan menjadi lurus, berelevasi yang sesuai dengan rencana dan seterusnya.
	Disebut titik ikat karena, semua pelaksanaan bagian dari suatu bangunan, ...</description>
		<link>http://lua.blogsome.com/2006/02/15/titik-nol/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Energi mengawali pagi</title>
		<description>	

	Lelaki yang nampang disebelah wamo (warung mobil) diatas bukanlah pengusaha pemilik usaha nasi bungkus tersebut.&nbsp;Beliau adalah rekan seperjalanan saya tatkala berangkat dan pulang dari tempat kerja.
	Setiap hari&nbsp;kami selalu membeli masakan Ibu Nur (kalau enggak nasi krawu, ya nasi uduk) untuk mengawali pagi. Kedengarannya agak boros, tapi ada gairah lain yang ...</description>
		<link>http://lua.blogsome.com/2006/02/15/energi-mengawali-pagi-2/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Masa Muda</title>
		<description>	

	Gambar diatas menunjukkan pengalaman saya ke Jakarta untuk pertama kali pada tahun 1990, suatu kebahagiaan tersendiri dapat melihat langsung ibu kota tanpa didampingi orang tua. Pada saat itu kami mengunjungi hampir semua ikon bersejarah yang ada di ibu kota termasuk instalasi militer yang tidak semua orang boleh masuk.
	Seluruh pengalaman itu, ...</description>
		<link>http://lua.blogsome.com/2006/02/15/masa-muda/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Renungan</title>
		<description>	

Bukan Milikku
	Sering kali aku berkata,
	ketika orang memuji milikku,
	bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
	bahwa mobilku hanya titipan Nya,
	bahwa rumahku hanya titipan Nya,
	bahwa hartaku hanya titipan Nya,
	bahwa putraku hanya titipan Nya,
	&nbsp;
	tetapi, 
	mengapa aku tak pernah bertanya,
	mengapa Dia menitipkan padaku?
	Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
	&nbsp;
	Dan kalau bukan milikku,
	apa yang harus kulakukan untuk milik ...</description>
		<link>http://lua.blogsome.com/2006/02/10/renungan/</link>
	</item>
</channel>
</rss>
