KajianJune 2, 2006 7:41 am

Yang Lazim

Manusia/diri kita sangat takut/khawatir lingkungan akan mempengaruhi kita lingkungan akan membahayakan kita. Pengejawantahannya lingkungan menjadi kambing hitam atas kesalahan kita/kegagalan kita.

Contoh soal :

1.

T =Pak Luluk kenapa terlambat dating ke ke kantor?

J =Iya soalnya tadi Pak Basuki terlambat njemput saya.

Maka pak basuki sebagai lingkungan Pak Luluk menjadi kambing hitam terhadap kegagalan Pak Luluk

2.

T = Nak, knapa nilai pelajaran bahasamu jelek?

J = Abis bu gurunya nggak enak cara ngajarnya

3.

T = Pak, kenapa mau keluar dari ecco?

J = Gimana ya, waktu kerjanya panjang, yang punya kafir denmark lagi.

Dan seterusnya dan seterusnya. Demikian Jamaah, Lingkungan selalu dikhawatirkan menjadi ancaman sehingga tidak heran jika banyak orang tua yang mewanti-wanti anaknya :

Nak, ati-ati milih teman dan seterusnya dan seterusnya.

Namun jamaah,

Islam menawarkan hal yang berbeda, konsep islam menghendaki tiap individu muslim tidak menjadi pengaruh buruk/perusak lingkungannya malah sudah semestinya menjadi model kebaikan bagi lingkungannya.

Fenomena kambing hitam terjadi karena manusia belum selesai menggarap dirinya, manusia mencari mudahnya untuk menyalahkan lingkungan yang mengakibatkan kesalahan pengelolaan diri.

Maka mulailah A’a Gym mengupas diri melalui 3Mnya

mulailah dari hal yang paling kecil

mulailah dari diri sendiri

mulailah dari sekarang

bersambung……………………………………………………………..(oleh pak adam/pakbas/pak saat)

Kajian 6:35 am

 

 

Disarikan oleh Adam Hidafi Jusuf

Dari Kajian bersama Ustadz Kholid tadi malam;

Kita hendaknya selalu berhati-hati dalam beragama, tidak boleh menjalankan syariatnya secara ‘awur-awur’ an, tidak boleh ‘ngarang-ngarang’ sendiri. Dalam agama Islam sudah ada tuntunannya dan hendaknya dalam menjalankan hidup, mukmin harus berpegang teguh pada tuntunan/aturan/hukum yang telah ditetapkan dalam Islam. Yang pertama adalah Alquran, bila tidak ditemukan didalamnya maka Hadist bila belum ditemukan maka beristijhad (pen: mohon koreksi bila salah).

Sudahkah kita mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Allah?

Untuk itu Ustadz Kholid mengajak kita mengkaji Qs 41, Fushshilat: 40 – 45


40. Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Kami, mereka tidak tersembunyi dari Kami. Maka apakah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka lebih baik, ataukah orang-orang yang datang dengan aman sentosa pada hari Kiamat? Perbuatlah apa yang kamu kehendaki; Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

 


41. Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al Quran ketika Al Quran itu datang kepada mereka, (mereka itu pasti akan celaka), dan sesungguhnya Al Quran itu adalah kitab yang mulia.

 


42. Yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.

 


43. Tidaklah ada yang dikatakan (oleh orang-orang kafir) kepadamu itu selain apa yang sesungguhnya telah dikatakan kepada rasul-rasul sebelum kamu. Sesungguhnya Rabb-mu benar-benar mempunyai ampunan dan hukuman yang pedih.

 


44. Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?" Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka[1334]. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh."

 


45. Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Taurat lalu diperselisihkan tentang Taurat itu. Kalau tidak ada keputusan yang telah terdahulu dari Rabb-mu, tentulah orang-orang kafir itu sudah dibinasakan. Dan Sesungguhnya mereka terhadap Al Quran benar-benar dalam keragu-raguan yang membingungkan.

 

Arti dari ‘ayat’ yang dimaksud dapat berarti:

- tanda

- hukum/aturan.

Dalam ayat ini tepatnya bila difahamkan sebagai hukum/aturan.

Allah tidak menagih atau mempertanyakan apa-apa yang telah Dia berikan kepada kita akan tetapi Allah akan mempertanyakan aturan/cara kita menerima/menggunakan pemberian itu.

Bukan karena pohon itu yang membuat nabi Adam mendapatkan hukuman dari Allah melainkan ada aturan di situ yang telah dilanggar oleh nabi Adam.

Allah memberikan aturan-aturan kepada kita bukan dijadikan beban bagi kita melainkan sebagai bentuk Kasih dan Perlindungan. Sebagai contoh aturan mengenakan jilbab bukanlah untuk membebani kaum wanita melainkan bentuk KasihNya dan Perlindungan bagi wanita agar selamat.

Allah memerintahkan sholat, karena ada manfaat dari sholat yang dilakukan.

Islam itu mudah, tidak perlu dipersulit.

Dikisahkan, waktu itu ada orang yang datang kepada Rosul menanyakan: apa yang harus dilakukannya setelah ia bersyahadat kepada Allah dan Rosul?

Rosul menjawab; sholat

Lalu apa ya Rosul?

Zakat

Lalu apa lagi ya Rosul?

Puasa Romadhon

Lalu apa lagi?

Haji bagi yang mampu

Ada lagi ya Rosul?

Bass…

Cuma itu?

Ya..bass…cuma itu..

Lalu orang itu pergi dan setelah kepergiannya Rosul mengatakan: jika benar apa yang dikatakan oleh orang itu, dia masuk surga.

Yang dituliskan dalam Al Quran merupakan peristiwa yang pernah dialami oleh Rosul dan Rosul sebagai contoh bagi kita. Peristiwa yang dialami Rosul mewakili peristiwa sepanjang zaman dengan begitu berlaku pada jaman sekarang.

Nabi-nabi dan Rosul sebelum Muhammad berada pada zaman yang berbeda akan tetapi mereka menjalankan satu aturan agama, sedangkan kita yang sekarang yang berada dalam zaman yang sama, tidak mau memegang satu aturan (sesuai Al Quran) tetapi ada banyak aturan yang berbeda yang dianut meskipun mengaku agamanya sama, yaitu Islam. Kenapa?

Di negri kita, "thogho" (Al Alaq: 6) diartikan sebagai "melampaui batas".

Lantas apa batasan-batasannya? Bila disebutkan Al Quran sebagai (aturan) pembatasnya itu tidak benar karena Al Quran adalah sebagai petunjuk dan sebagai penawar hati (obat) bagi orang yang beriman.

Lebih tepatnya "thogho" bila diartikan sebagai "khosim" (disebutkan dalam Surat An Nahl) yang artinya dalam bahasa jawa "mberot".

Manusia punya potensial atau kecenderungan untuk "mberot" atau tidak mau mengikuti tuntunan atau aturan.

Manusia punya potensial untuk merasa "bisa" melakukan sendiri tanpa mengikuti aturan sebagai salah satu bentuk sifat sombong.

Al Quran diturunkan sebagai petunjuk bagi orang-orang mukmin, Fushshilat 44, bertakwa, Al Baqarah 2.

Qs 2, Al Baqarah: 2


2. Kitab[11] (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa

 

Pada dasarnya manusia tidak tahu, kemudian di kasih tahu, baru kemudian tahu.

Bolehlah, menggunakan pikiran yang sudah diberikan Allah untuk mencari tahu, akan tetapi puncak dari pengetahuan atau pemikiran adalah "aku tidak tahu".

Silahkan anda praktekkan sendiri dan anda pahami.

Dalam Fushshilat 41, Al Quran disebut juga sebagai Al Dzikir, pengingat, petunjuk.

Siapa yang memberi petunjuk atau memberi tahu? Allah yang memberitahu dalam bentuk Al Quran kepada Muhammad, kemudian Muhammad memberitahu kepada umatnya sampai kepada kita.

Ada tiga kemungkinan manusia mengikuti aturan:

1. mengikuti aturan Allah, kalau tidak maka pasti

2. mengikuti aturan manusia, kalau tidak maka pasti

3. mengikuti nafsu sendiri

Yang tidak mengikuti aturan Allah pasti akan celaka, rusak/jahat atau menimbulkan kerusakan-kerusakan di muka bumi, semisal bencana alam dan sebagainya. Orang yang "rusak" menurut ilmu phisikologi dapat disebut juga orang yang stress. Orang yang stress bisa pasif, aktif atau hiper aktif. Yang pasif bisa mencelakakan diri sendiri, Yang aktif bisa mencelakakan orang lain. Yang hiper aktif bisa mencelakakan diri dan orang lain / lingkungan.

Sebagai contoh orang yang hiper aktif adalah "mak lampir".

Kenapa orang bisa stress?

Karena tidak mau mengikuti aturan. Sombong tidak mau mengakui ketidak tahuan / ketidak mampuannya, menempatkan diri pada bukan tempatnya.

Contoh, tidak mampu jadi presiden ‘ngeyel’ jadi presiden. Saat dituntut melakukan tugas sebagai presiden tidak mampu jadinya stress…sebagai dampaknya misalnya indosat dijual kepada negara lain….negara lain seperti amerika jadi punya akses dan tahu apapun tentang negara ini bahkan sampai ukuran celana dalam istri sampeyan..;-))

Rusak/kejahatan adalah lain dengan kebaikan. Keduanya tidak bisa dicampur.

Hendaknya kita tidak usah takut untuk memisahkan diri dari kaum musyrik.

Yang dihadapi Rosul adalah sejahat-jahat dan serusak-rusaknya manusia yaitu orang arab. Bila mereka jahat terang-terangan. Gak usah seprti orang jawa yang jahat tapi masih sembunyi-sembunyi….nggih..nggih..mboten kepanggih..mbendol mburi kayak belangkon. ;-) )

Sebagai contoh, Rosul membuat pasar sendiri untuk kaum mukmin karena pasar yang ada dikuasai oleh orang Yahudi.

Bung karno insyaAlla juga ‘nyunnah’ ketika mengusir orang amerika dengan ungkapannya yang terkenal "go to hell with your aids" karena amerika hendak menekan Indonesia.

Presiden Iran Ahmad insyaAllah juga ‘nyunnah’ karena berani menekan balik amerika dengan berkata bahwa Iran juga bisa menyerang amerika ketika amerika mengancam akan menyerang Iran.

Dalam surat At Taubah ayat 28-29, telah disebutkan bahwa kita tidak perlu khawatir menjadi miskin karena Allah telah mencukupi dan kita diperintahkan untuk memerangi kaum yang tidak beriman. Dengan catatan, memerangi tidak harus selalu dengan senjata.

Qs 9 At Taubah: 28 – 29


28. Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis[634], maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam[635] sesudah tahun ini[636]. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin[637], maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

 


[634]. Maksudnya: jiwa musyrikin itu dianggap kotor, karena menyekutukan Allah.

[635]. Maksudnya: tidak dibenarkan mengerjakan haji dan umrah. Menurut pendapat sebagian mufassirin yang lain, ialah kaum musyrikin itu tidak boleh masuk daerah haram baik untuk keperluan haji dan umrah atau untuk keperluan yang lain.

[636]. Maksudnya setelah tahun 9 hijrah.

[637]. Karena tidak membenarkan orang musyrikin mengerjakan haji dan umrah, karena pencaharian orang-orang muslim boleh jadi berkurang.

 


29. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah[638] dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

 

Ajaran orang mukmin adalah jujur.

Sholat adalah jujur, jujur antara hati dan muka adalah sama.

Jujur, aku tidak tahu.

Wis….sak mene ae….kesel nulise ;-) )….

bisa dilengkapi oleh yang lain…monggo..

Wassalam,

Adam