Di dunia konstruksi titik tersebut sering disebut titik ikat, bench mark, marking, dst. Sebandel dan sekorup-korupnya proses pembuatan suatu bangunan, niscaya menggunakan tools bantu ini. Gunanya banyak sekali, antara lain agar bangunan menjadi lurus, berelevasi yang sesuai dengan rencana dan seterusnya.
Disebut titik ikat karena, semua pelaksanaan bagian dari suatu bangunan, mengacu atau diikat pada titik tersebut. Semua bagian dibuat xxxx m atau cm meter terhadap nol.
Demikian dalam kehidupan nyata manusia. Undang – undang adalah titik nol(Jika undang-undang dianggap sebagai titik nol, maka setiap deviasi terhadap undang – undang adalah pelanggaran),kunci jawaban bapak dan ibu guru adalah titik nol, peraturan perusahaan adalah titik nol, lebih lanjut Al Qur’an adalah titik nol demikian seterusnya.
Lha bagaimana kalo ada yang mengeluh : waduh saya harus mulai dari nol lagi. Berarti orang tersebut sudah semestinya bersyukur, karena dengan kembali ke titik nol, rute perjalanan akan lebih tepat, peluang tersesat lebih kecil.
Begitukah???????, Embuh!!

Jan pancene,...
Pertame ae sing serius.
Tapi buntut’e Njomplang.
Welcome to PTEI Crazy Club.
Comment by bsk — February 15, 2006 @ 7:59 am